"Kisah sebuah PADI"
YUKIKAYO
Ada sekawanan padi yang tinggal di sawah Jln. Sebar Sari itu. Setiap hari, Pak tani dananak-anaknya merawat dan memanen sekawanan padi itu. Setiap 1 minggu, kira-kiramenghasilkan puluhan padi.
Di antara padi-padi itu, ada sebuah padi yang menjulang tinggi. Nama padi itu adalahPopi. Sayangnya, Popi sangat sombong. Dia selalu memamerkan dirinya kepada padi-padi lain.Sehingga, kawanan padi yang lain iri kepada Popi.
Suatu hari, Popi memamerkan dirinya lagi. Sebuah padi bernama Ola, berkata kepadaPopi.
“ Popi, bagaimanakah caranya agar kami bisa setinggi kamu?” Tanya Ola.
“ Kenapa aku harus memberitahu kalian? Kalian ingin menandingiku ya?” Popimenjawab dengan ketus. Yang lain mencoba lagi.
“ Popi, tidak ada salahnya memberi tahu kami, kami tidak ingin menandingimu kok,” Kata sebuah padi yang bernama Popo.
“ Lalu, apa alasannya?” Popi melirik padi-padi yang lain dengan kesal.
“ Kami ingin cepat dipanen,” Sambung Ola.
“ Huh, kalian berbohong!” Popi berpaling dari kawanan padi itu dengan kesal.
Suatu hari, Pak tani berniat memanenkan kawanan padi ke-5, itulah kawanan padi Popi.Semua padi bersorak-sorai, kecuali Popi, dia takut keistimewaanya akan hilang. Denganstrateginya, dia memohon kepada Pak tani.
“ Pak tani, tidakkah engkau tega melihat keistimewaanku hilang? Pasti bapak juga sedihkan?” Tanya Popi penuh harap.
“Aku memang sedih, tapi, lebih baik kamu berguna untuk orang lain kan?” Tanya Paktani. Popi tertunduk.
“ Betul,” Kata Popi dengan gemetaran.
“Popi, kamu memang istimewa, tapi, akan lebih istimewa lagi jika engkau berguna bagiorang lain. Walaupun engkau hanya sebutir beras pun,” Nasihat Pak tani. Popi terdiam. Untuksesaat, akhirnya dia mengangguk.
“ Bapak betul. Baiklah.” Sahut Popi.
Sejak saat itu, Popi hanyalah sebutir beras. Namun, dia tahu, Dirinya berguna bagi orang lain.
-TAMAT-
No comments:
Post a Comment